Kronologi Lengkap Pembunuhan Anti Puspita Sari oleh Febrianto di Hotel Palembang
Febrianto (22) resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Anti Puspita Sari (22) yang tewas di sebuah hotel di Palembang, Sumatera Selatan. Motif kejahatan ini diduga kuat dipicu oleh perselisihan terkait janji open BO yang tidak dipenuhi.
Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mukmin Wijaya, korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial Mi-Chat dalam sebuah grup open BO Palembang. Dari perkenalan itu, mereka kemudian sepakat untuk bertemu.
"Sebelum bertemu, keduanya (korban dan pelaku) terlibat perkenalan melalui media sosial (Mi-Chat dalam sebuah grup open BO Palembang)," jelas Nandang.
Keduanya akhirnya melakukan kesepakatan transaksi senilai Rp 300 ribu untuk dua kali berhubungan badan. Mereka lalu check-in di kamar nomor 8 lantai 2 hotel tersebut pada Sabtu (11/10) sekitar pukul 16.00 WIB.
Di dalam kamar, setelah Febrianto menyerahkan uang, mereka melakukan hubungan badan untuk pertama kalinya. Namun, masalah muncul ketika pelaku ingin melanjutkan untuk kedua kalinya. Anti, yang merupakan seorang istri dan dalam kondisi hamil muda, menolak permintaan tersebut.
Penolakan inilah yang memicu amarah Febrianto. Dalam keadaan emosi, dia kemudian menyumpal mulut korban menggunakan manset berwarna hitam.
"Pelaku juga mencekik leher korban hingga korban tak berdaya, lalu mengikat kedua tangan korban dengan jilbab warna pink," tambah Nandang.
Setelah memastikan korban tidak lagi bergerak, pelaku mengambil barang berharga milik Anti, yaitu handphone dan sepeda motornya. Febrianto kemudian melarikan diri ke kawasan Muara Padang, Banyuasin, sebelum akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi.
Sumber: detik
Foto: Kolase Febrianto alias Febri dan Anti Puspita Sari/Net
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu