"Antara lain untuk investasi sport center, kafe, mini zoo, dan usaha lainnya," jelas Rahmat.
Modusnya cukup licik. Pelaku membuat produk deposito investasi palsu yang seolah-olah berasal dari bank terkenal. Jemaat gereja pun tertarik.
"Tersangka membuat deposito investasi palsu dan mengklaim sebagai produk resmi. Padahal itu bukan," ungkapnya tegas.
Yang menarik, meski kerugian dilaporkan mencapai Rp 28 miliar, pengakuan tersangka jauh lebih kecil. AH mengaku hanya memakai sekitar Rp 7 miliar saja.
"Yang diakui tersangka baru sekitar Rp 7 miliar," tutur Rahmat.
Menurut polisi, AH kembali ke Indonesia secara sukarela. Tapi, begitu menginjakkan kaki di Bandara Kualanamu, ia langsung diamankan. Perjalanan pelariannya berakhir di tempat yang sama dengan rencana kedatangannya.
Artikel Terkait
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Ledakan Kendaraan Saat Bertugas di Lebanon Selatan
PMI Banyumas Diingatkan Siaga Hadapi Multi Ancaman Bencana
Irawan Prakoso Protes Penyitaan Lima Mobil Mewah Terkait Kasus Riza Chalid
Timnas Indonesia Runner-up FIFA Series 2026 Usai Takluk Tipis dari Bulgaria