Misteri Kematian Miliarder Kripto Roman Novak di Dubai Terungkap, Ternyata Ini Motif Pelaku

- Rabu, 12 November 2025 | 11:20 WIB
Misteri Kematian Miliarder Kripto Roman Novak di Dubai Terungkap, Ternyata Ini Motif Pelaku

Misteri Kematian Miliarder Kripto Roman Novak dan Istri di Dubai Terungkap

Seorang miliarder cryptocurrency asal Rusia, Roman Novak, bersama istrinya Anna Novak ditemukan meninggal dalam kondisi termutilasi di wilayah Dubai. Kasus ini menggemparkan komunitas keuangan digital internasional.

Kronologi kejadian dimulai ketika pasangan Novak menghilang setelah pertemuan bisnis. Sopir pribadi mereka mengaku mengantar kedua korban ke kawasan Hatta, dekat perbatasan Oman, untuk bertemu dengan calon investor potensial pada tanggal 2 Oktober.

Setelah beralih ke kendaraan lain di lokasi pertemuan, Roman dan Anna Novak tidak pernah terlihat lagi. Laporan investigasi mengungkapkan bahwa keduanya dibujuk ke sebuah vila sewaan dengan dalih pertemuan investasi.

Motif pembunuhan diduga kuat terkait dengan upaya perampasan aset kripto milik Novak. Pelaku diduga melakukan kekerasan setelah gagal mengakses dompet digital yang dimiliki miliarder tersebut.

Potongan tubuh kedua korban berhasil diidentifikasi pada tanggal 3 Oktober di wilayah Fujairah. Investigasi lanjutan mengungkap keterlibatan delapan warga negara Rusia, dengan tujuh orang telah ditangkap di Rusia.

Jejak digital para tersangka berhasil dilacak melalui rekaman CCTV dan sinyal ponsel yang muncul di Oman kemudian Afrika Selatan sebelum akhirnya hilang pada 4 Oktober.

Profil dan Latar Belakang Roman Novak

Roman Novak dikenal dengan nama asli Roman Aleksandrovich Novak dan menggunakan beberapa nama alias termasuk Yavorsky dan Tsarev. Pria asal St. Petersburg ini merupakan figur terkenal dalam industri cryptocurrency.

Novak mendirikan startup teknologi finansial bernama Fintopio (kadang disebut Finotopio), sebuah platform dompet digital dan pertukaran aset kripto yang terintegrasi dengan ekosistem TON dan Telegram.

Perusahaan Fintopio sempat mengumpulkan investasi signifikan dari investor di Rusia, China, dan Timur Tengah. Namun platform tersebut kemudian berhenti beroperasi dan dikabarkan menimbulkan kerugian bagi banyak investor.

Kasus ini menyoroti risiko keamanan yang dihadapi para pemain besar di industri cryptocurrency dan pentingnya perlindungan aset digital di era finansial modern.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar