Lalu, tempat mana saja yang paling diburu? Untuk wisatawan mancanegara, magnet utamanya adalah destinasi alam yang sudah mendunia. Air Terjun Tumpak Sewu di Lumajang selalu memesona. Begitu pula dengan hamparan pasir dan kabut di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang melipati beberapa kabupaten. Tak ketinggalan, pesona api biru Kawah Ijen di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi.
Di sisi lain, selera wisatawan nusantara agak berbeda. Mereka lebih condong ke wisata alam dan keluarga yang lebih mudah diakses. Telaga Sarangan di Magetan, Kebun Binatang Surabaya, atau Pantai Klayar di Pacitan jadi pilihan populer. Monumen Simpang Lima Gumul di Kediri dan tentu saja, Bromo Tengger Semeru tetap tak pernah sepi pengunjung.
"Tren ini menunjukkan bahwa wisata berbasis keluarga dan alam masih menjadi pilihan utama masyarakat," kata Khofifah mencermati pola tersebut. "Terutama saat momentum Lebaran ketika banyak keluarga berkumpul."
Dengan gelombang pengunjung sebanyak ini, pengawasan ketat mutlak diperlukan. Pemerintah provinsi bersama berbagai pemangku kepentingan kini fokus memperkuat pengawasan di titik-titik wisata. Aspek keselamatan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana jadi prioritas.
Khofifah sendiri optimis. Dia yakin tren positif ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan momentum awal kebangkitan pariwisata Jatim yang berkelanjutan.
"Komitmen kami memastikan seluruh wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman, nyaman, dan menyenangkan," tegasnya.
"Ini bagian dari upaya menjaga kualitas pariwisata Jawa Timur."
Artikel Terkait
Pemenang Lelang HP KPK Rp 60 Miliar Wanprestasi, Uang Jaminan Hangus ke Kas Negara
Pemerintah Rencanakan Tambah Lapisan Cukai Rokok, Pengamat Khawatirkan Efektivitas
Polisi Banten Ungkap Jaringan Prostitusi Daring di Cilegon, Korban Dipaksa Layani Belasan Pria Semalam
Warga Cibinong Amankan Dua Pria Diduga Hendak Ambil Sabu Tempelan