Harga minyak dunia nyaris tak bergerak pada perdagangan Senin lalu. Sentimen pasar yang sebelumnya tegang gara-gara Iran, pelan-pelan mulai mencair. Aksi protes di sana disebut sudah diredam, dan yang lebih penting, ancaman serangan militer AS ikut meredup. Alhasil, Brent cuma naik 0,02% ke level USD64,14 per barel, sementara WTI bertahan di USD59,44.
Perdagangan sendiri memang terhitung sepi, mengingat AS sedang libur nasional.
Lantas, perhatian beralih ke mana? Ternyata, ke sebuah pulau es di utara: Greenland. Isu ini yang kini menyita pikiran para pelaku pasar.
“Kekhawatiran atas Iran sudah mereda,” jelas Janiv Shah, seorang analis di Rystad Energy. “Sekarang, fokus beralih ke Greenland dan seberapa jauh konflik antara AS dan Eropa akan berkembang. Kalau perang dagang meluas, dampaknya ke permintaan minyak bisa nyata.”
Presiden Donald Trump memang sedang getol mendesak Denmark untuk melepas Greenland. Ia bahkan tak segan mengancam akan mengenakan tarif hukuman pada negara yang menghalangi niatnya. Ancaman itu langsung dibalas Uni Eropa dengan rencana pertemuan darurat di Brussels pada Kamis ini.
Artikel Terkait
Analis BNI Sekuritas Soroti Level Krusial 9.100 untuk Lanjutkan Rally IHSG
Harga Emas Antam Tembus Rp 2,7 Juta per Gram, Pajak Beli Turun
Manufaktur Indonesia Tutup 2025 dengan Ekspansi, Optimisme Menggelora ke 2026
IHSG Menguat, Rupiah Tergerus di Tengah Awan Kelabu Pasar Asia