Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

- Selasa, 17 Maret 2026 | 17:55 WIB
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret

Tanggal 19 Maret 2026 mendatang, Kementerian Agama punya agenda penting: sidang isbat untuk menentukan Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 Hijriah. Sidangnya sendiri bakal digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, yang terletak di Kantor Kemenag RI di Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta.

Nah, sidang isbat ini kan memang mekanisme resmi pemerintah buat nentuin awal bulan-bulan penting dalam kalender Hijriah, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Begitu penjelasan Abu Rokhmad, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag.

"Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatulhilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,"

ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Kalau dilihat dari perhitungan astronomi atau hisab, kondisi hilal pada 29 Ramadan nanti tepatnya Kamis, 19 Maret 2026 terbilang cukup menarik. Di seluruh Indonesia, ketinggiannya diperkirakan bakal berada di atas ufuk, berkisar antara 0°54'27'' sampai 3°7'52''. Sementara itu, sudut elongasinya antara 4°32'40'' hingga 6°06'11''.

Menurutnya, semua sistem hisab juga sepakat bahwa ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi sekitar pukul 08.23 WIB di tanggal yang sama. Tapi ya, itu semua baru perhitungan. Penentuan akhirnya tetap akan bergantung pada laporan pemantauan hilal secara langsung di lapangan.

"Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatulhilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,"

tegasnya.

Pemantauan Hilal Tersebar di 117 Titik

Untuk mengumpulkan data itu, Kemenag bakal mengerahkan tim pemantau di 117 lokasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pengamatan ini nanti dilakukan secara bersama-sama, melibatkan Kanwil Kemenag, Kantor Kemenag kabupaten/kota, Pengadilan Agama, sampai organisasi kemasyarakatan Islam dan instansi terkait lain di daerah.

Berikut daftar lengkap titik-titik pemantauannya.

ACEH
Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang di Lhoknga, lalu ada Tugu 0 Km Indonesia di Sabang. Juga di Bukit Blang Tiron, Perta Arun Gas, Lhokseumawe; Pantai Lhokgeulumpang, Aceh Jaya; POB Suak Geudubang, Aceh Barat; dan Pantai Nancala, Teupah Barat, Simeulue.

SUMATERA UTARA
Cuma satu titik: Lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan.

SUMATERA BARAT
Lumayan banyak, ada 15 lokasi. Beberapa di antaranya Lantai 3 Gedung DPRD Pasaman Barat, Bukit Nganang di Lima Puluh Kota, Puncak Langkisau Carocok Painan, dan Balcone Hotel Bukittinggi-Medan KM 7, Agam. Jangan lupa Pantai Gandoriah di Kota Pariaman dan Masjid Al-Hakim di Kota Padang.

RIAU
Cuma satu: Rooftop Universitas Pahlawan, Kampar.

KEPULAUAN RIAU
Ada tiga titik: Pantai Tanjung Setumu di Tanjungpinang, Masjid Sultan Riayat Syah di Batam, dan Pantai Pelawan di Karimun.

JAMBI
Rooftop Bank Jambi Lt.14, Telanaipura.

SUMATERA SELATAN
Helipad Hotel Aryaduta, Palembang.

BANGKA BELITUNG
Dua pantai: Pantai Tanjung Raya Penagan di Bangka dan Pantai Tanjung Tinggi di Belitung.

BENGKULU
Pantai Pasir Putih, Kota Bengkulu.

LAMPUNG
Observatorium Astronomi ITERA, Lampung Selatan.

DKI JAKARTA
Ada enam titik, termasuk Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Masjid Raya Hasyim Asy'ari di Jakarta Barat, sampai Monas.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar