Umat Katolik Fakfak Rayakan Minggu Palma dengan Khidmat, Masuki Pekan Suci

- Minggu, 29 Maret 2026 | 23:45 WIB
Umat Katolik Fakfak Rayakan Minggu Palma dengan Khidmat, Masuki Pekan Suci

Di Fakfak, tradisi ini punya nuansa tersendiri. Ia menjadi cermin kehidupan iman masyarakat Katolik Papua Barat yang kental dengan kebersamaan. Daun palma yang dibawa bukan sekadar hiasan. Itu simbol kemenangan, ya, tapi juga kerendahan hati meneladani Sang Raja yang masuk kota dengan tunggangan seekor keledai, bukan kuda perang yang megah.

Secara liturgis, perayaan ini diwarnai pembacaan kisah sengsara Tuhan. Dari sinilah umat diajak menyelami rangkaian peristiwa suci: pengkhianatan Yudas, Perjamuan Terakhir, pergumulan di Getsemani, hingga kematian di Kalvari. Tapi Pastor Alex mengingatkan, jangan berhenti di situ. Penderitaan bukan akhir cerita.

Pada intinya, Minggu Palma adalah momentum untuk refleksi. Saatnya mempersiapkan diri menyambut Tri Hari Suci Kamis Putih, Jumat Agung, dan Vigili Paskah. Melalui renungan ini, umat diajak meneladani kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati Kristus dalam keseharian.

Dengan dimulainya Pekan Suci, Gereja seakan mengingatkan sebuah kebenaran abadi. Jalan keselamatan memang kerap melalui salib dan pengorbanan. Namun ujungnya selalu sama: kemenangan kehidupan, yang bersinar terang dalam kebangkitan.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar