Kabut masih menggantung di udara ketika Bima Arya Sugiarto menginjakkan kaki di lokasi banjir Padang Pariaman, Senin lalu. Wamendagri itu langsung menegaskan, pemerintah pusat bakal bergerak cepat. Semua kebutuhan pokok masyarakat, kata dia, harus segera dipenuhi. Instruksi ini datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Yang paling utama itu bahan makanan," tegas Bima, dalam siaran pers yang diterbitkan Selasa (2/12/2025).
Ia menyebutkan daftar prioritas. "Lalu air bersih, obat-obatan, dan pakaian untuk keluarga. Itu paling pertama sekali."
Namun begitu, bantuan tak cuma soal logistik. Ada hal lain yang juga mendesak. Bima ternyata membawa serta tim Dinas Dukcapil ke lokasi bencana. Tujuannya jelas: mengurus dokumen warga yang mungkin hanyut atau rusak diterjang banjir.
Layanan yang diberikan cukup lengkap. Mulai dari cetak ulang KTP-el dan Kartu Keluarga, sampai urusan akta kelahiran atau kematian. Bagi korban yang kehilangan segalanya, memiliki identitas resmi kembali adalah langkah awal untuk bangkit.
Di sisi lain, upaya pencarian korban jiwa tetap tak boleh kendur. Bima menegaskan pemerintah akan maksimalkan usaha ini. "Semaksimal mungkin kita lakukan pencarian dengan berkoordinasi," jelasnya. BNPB, Basarnas, dan seluruh aparat gabungan dikerahkan untuk tugas berat ini. Sambil mencari, pendataan korban juga terus berjalan.
Persoalan lain yang mengintai adalah listrik. Bima mendesak PLN dan pihak terkait untuk segera membenahi jaringan yang putus. Ia juga mengingatkan agar kewaspadaan tidak boleh turun. Meski BMKG memprediksi puncak hujan tinggi sudah lewat di November, ancaman belum benar-benar berakhir.
"Tapi tetap kita harus mengantisipasi," imbuhnya. "Jadi tetap waspada dan siaga. Semua perangkat-perangkat kebencanaan harus siaga."
Di tengah situasi sulit, ada apresiasi yang disampaikan Bima. Ia memuji langkah cepat Bupati Padang Pariaman beserta jajarannya dalam memberikan pertolongan pertama. Respons yang sigap di tingkat lokal sangat berarti.
Sebagai bentuk kepedulian langsung, Bima pun menyalurkan bantuan. Isinya sederhana namun dibutuhkan: beras, mi instan, dan kain sarung. Bantuan kecil itu setidaknya bisa meringankan beban warga, walau hanya untuk sehari dua hari ke depan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Peredaran Tramadol Ilegal di Bogor dengan Modus Jualan Roti Keliling
Wamen Haji Lepas Petugas Kloter Pertama yang Bertugas Terlama ke Arab Saudi
Pakar: Gencatan Senjata AS-Iran Masih Bisa Diperpanjang dengan Syarat
Evakuasi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Dilanjutkan Pagi Ini