Di sisi lain, potensi yang dimiliki KAI ternyata cukup besar. Bobby membeberkan, perusahaan saat ini mengelola lahan perkeretaapian yang luasnya lebih dari 327 juta meter persegi. Lahan-lahan itu berpotensi besar mendukung pengembangan hunian.
Khusus untuk wilayah Jabodetabek, angkanya cukup mencengangkan. Diperkirakan ada potensi sekitar 131 ribu unit hunian yang bisa dikembangkan, terutama di sekitar simpul-simpul transportasi yang sudah ada.
Semua ini berawal dari kunjungan Presiden Prabowo sehari sebelumnya, Kamis (26/3). Tanpa banyak protokoler, Presiden menyusuri langsung pemukiman warga di bantaran rel Senen. Dari unggahan di media sosialnya, terlihat ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Mereka berjalan menyusuri permukiman padat yang letaknya hanya sekitar tiga kilometer dari pusat kota Jakarta. Suasana riuh dan sesak khas perkampungan di tengah kota menyambut mereka.
Dalam kunjungan itu, Presiden punya misi jelas: menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Ia mendengar keluhan dan harapan warga yang tinggal di sana. Dari situlah kemudian muncul tekad bulat untuk membangun hunian yang layak, mengubah wajah bantaran rel yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.
Kini, bola ada di pihak KAI dan kementerian terkait. Masyarakat menunggu realisasi dari janji dan kajian itu. Harapannya, program ini tak sekadar wacana, tapi benar-benar bisa dirasakan oleh warga yang membutuhkan tempat tinggal yang aman dan manusiawi.
Artikel Terkait
Russell: Kecepatan McLaren di Suzuka Mengejutkan
Timnas Indonesia Tuntaskan FIFA Series dengan Kemenangan 4-0 atas St. Kitts and Nevis
Ratusan Anak Jakarta Nobar Pelangi di Mars, Wagub Rano Karno Dorong Planetarium Jadi Bioskop Edukatif
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak