Nah, khusus untuk pupuk, rute impornya biasa mengalir dari Eropa Timur dan Asia Tengah. Negara-negara seperti Kazakhstan dan Uzbekistan jadi pemasok utama.
"Sebenarnya kita impor (pupuk) dari Eropa Timur kan banyak. Ya kayak dari Kazakhstan, Uzbekistan, negara-negara Eurasia. Itu banyak, ya bisa dialihkan dari situ," papar Budi.
Menariknya, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari perusahaan BUMN pupuk yang mengeluhkan kesulitan bahan baku. Hal ini, bagi Budi, jadi semacam indikator awal bahwa situasi masih terkendali. "Sampai sekarang sih belum ada ini ya dari pihak BUMN, belum ngobrol ke kita. Artinya dari pihak BUMN belum ada keluhan ya ke kami ya," imbuhnya.
Namun begitu, pemerintah sama sekali tak lengah. Mereka terus memantau ketat perkembangan global, apalagi persaingan memperebutkan bahan baku pupuk di pasar internasional disebutnya makin ketat. Harapannya, langkah diversifikasi yang sudah disiapkan ini bisa jadi tameng untuk menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional ke depannya.
Artikel Terkait
Prabowo Sambut Anwar Ibrahim di Istana, Bahas Geopolitik dalam Silaturahmi Lebaran
PM Anwar Ibrahim Tiba di Jakarta, Bahas Dampak Konflik Asia Barat dengan Prabowo
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis di Laga Perdana FIFA Series 2026
Prabowo dan Anwar Bahas Stabilitas Global dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta