Kolombo: Pemerintah Sri Lanka punya permintaan khusus buat para pemilik mobil listrik: tolong, jangan ngecas di malam hari. Imbauan ini bukan tanpa alasan. Jaringan listrik nasional mereka kewalahan menanggung lonjakan konsumsi malam hari, yang akhirnya malah memaksa penggunaan energi fosil lebih banyak.
Menurut Presiden Anura Kumara Dissanayake, ada kebiasaan yang bikin masalah. Begitu pulang kerja, banyak pemilik EV langsung colokkan mobilnya untuk diisi daya. “Hal ini memberikan beban tambahan pada jaringan listrik,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Kami terpaksa mengoperasikan seluruh pembangkit untuk memenuhi lonjakan ini.”
Lonjakan itu disebutnya mencapai 300 megawatt. Nah, untuk menutupi kebutuhan malam itu, Sri Lanka masih sangat bergantung pada pembangkit batu bara berkapasitas 900 megawatt, ditambah sekitar 1.000 megawatt dari diesel. Ironis, kan? Mobil yang dianggap ramah lingkungan justru membuat negara kembali menggantungkan diri pada bahan bakar fosil di jam-jam tertentu.
Masalahnya, Sri Lanka belum punya sistem penyimpanan energi skala besar. Padahal, di siang hari justru ada kelebihan listrik dari tenaga surya yang sayang untuk dibiarkan terbuang. Makanya, pesan Dissanayake sederhana: “Isi daya mobil Anda siang hari saat kami memiliki kelebihan listrik.”
Untuk mengatur ini, pemerintah dikabarkan sedang menyiapkan skema tarif listrik baru. Tujuannya jelas, mendorong orang berpindah waktu pengisian daya.
Artikel Terkait
Golkar Dukung Kebijakan Relaksasi Terukur Produksi Mineral ESDM
FIFA Perketat Aturan Penguluran Waktu Jelang Piala Dunia 2026
Pakar Ingatkan Pola Makan Pasca-Lebaran, Data BPJS Tunjukkan Lonjakan Biaya Layanan Ginjal
Lima Pejabat Aceh Barat Dituntut Total 14,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pajak Rp3,58 Miliar