Upaya penanganan cepat itu rupanya harus dibayar mahal. Selain korban tehs, sejumlah orang dari masyarakat dan juga anggota kepolisian mengalami luka-luka. Kerusakan material yang ditinggalkan pun terbilang parah. Tiga rumah hangus dilalap api, empat lainnya rusak berat. Tak cuma itu, satu unit sepeda motor juga ikut menjadi korban dan hangus terbakar.
Di sisi lain, situasi saat ini diklaim mulai kondusif. Aparat gabungan dari polisi dan Brimob bergerak cepat untuk mencegah konflik meluas. Mereka melakukan penyekatan, memisahkan kedua kelompok yang bertikai. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan untuk mengendalikan situasi dan memutus potensi keributan susulan.
Polisi menegaskan, pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan cara persuasif. Mereka juga berkoordinasi penuh dengan tokoh masyarakat dan pemda setempat.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Upaya rekonsiliasi dan pemulihan situasi sosial terus dilakukan,” tambah Rositah.
Kini, suasana di lokasi perlahan kembali tenang. Meski begitu, nuansa duka dan kerusakan yang ada masih menyisakan pekerjaan rumah yang panjang bagi semua pihak. Upaya mendamaikan dan memulihkan trauma warga jelas butuh waktu.
Artikel Terkait
Pakar Ingatkan Pola Makan Pasca-Lebaran, Data BPJS Tunjukkan Lonjakan Biaya Layanan Ginjal
Lima Pejabat Aceh Barat Dituntut Total 14,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pajak Rp3,58 Miliar
Presiden Prabowo Bahas Masa Depan Danantara dengan Investor AS Ray Dalio
PM Malaysia Anwar Ibrahim Bertemu Presiden Prabowo Bahas Dampak Konflik Timur Tengah