Di tengah upaya menggenjot produktivitas, sektor peternakan nasional diyakini butuh fondasi yang lebih kokoh. Kuncinya? Penelitian dan pengembangan. Hal itu ditegaskan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta, Jumat lalu.
Menurut Rachmat, kemajuan di bidang pertanian dan peternakan selalu berawal dari riset yang intens. Karena itu, peran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dinilainya sangat krusial.
Ia melihat peran BRIN sebagai fondasi strategis untuk mendongkrak produktivitas, mencakup segala subsektor dari unggas hingga ternak besar seperti sapi potong dan perah. Tanpa itu, target peningkatan produksi bisa jadi sekadar wacana.
Rachmat juga menekankan satu hal mendasar: semuanya harus dimulai dari perbaikan kualitas bibit. Terutama untuk sapi perah. Bibit unggul, baginya, adalah modal utama untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri.
Di sisi lain, potensi lain yang belum digarap maksimal adalah pakan ternak. Indonesia punya sumber daya melimpah, terutama dari limbah perkebunan. Kalau dimanfaatkan dengan baik, ini bisa jadi solusi untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.
Artikel Terkait
Prabowo dan Anwar Bahas Stabilitas Global dalam Pertemuan Bilateral di Jakarta
Menkeu Pindahkan 200-300 Pegawai Anggaran ke DJP untuk Penuhi Kekurangan SDM
Golkar Dukung Kebijakan Relaksasi Terukur Produksi Mineral ESDM
FIFA Perketat Aturan Penguluran Waktu Jelang Piala Dunia 2026