Namun begitu, pendataan bukan satu-satunya fokus. Koster juga menekankan hal yang lebih mendasar: mempersiapkan SDM lokal sebelum mereka berangkat. Pemprov, kata dia, wajib memfasilitasi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, baik di dalam maupun luar negeri.
"Lulusan SMA/SMK kita banyak bekerja di sektor pesiar, spa, atau di negara seperti Jepang dan Timur Tengah. Mereka perlu disiapkan," sambungnya.
Persoalan klasik seperti biaya pemberangkatan juga tak luput dari perhatian. Gubernur menyoroti perlunya pemerintah hadir untuk memfasilitasi sekaligus menertibkan lembaga penyalur yang kerap memeras calon PMI. "Jangan sampai masyarakat jadi korban," tegas Koster.
Layanan purna-penempatan pun harus jalan. Mulai dari menangani masalah selama bekerja, hingga hal-hal yang paling tragis seperti pemulangan jenazah. "Itu semua harus diurus," pungkasnya. Sambil tentu saja, terus berupaya menciptakan lapangan kerja baru lewat bursa-bursa kerja yang ada.
Artikel Terkait
Liburan Lebaran, Ribuan Pengunjung Serbu Destinasi Wisata di Bandar Lampung
Vinícius Júnior: Generasi Baru Brasil Sudah Siap Perjuangkan Piala Dunia 2026
Anggota DPR Usulkan WFH Diterapkan di Hari Rabu, Bukan Jumat
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Risiko Long Weekend dari WFH Hari Jumat