Pemilu pun dimenangkannya dengan telak. Harrison mengumpulkan 234 suara elektoral, jauh meninggalkan Martin Van Buren yang cuma dapat 60 suara.
Kemenangan itu akhirnya membawanya ke pelantikan pada 4 Maret 1841. Sayangnya, cuaca saat itu sangat buruk. Konon, Harrison berpidato panjang tanpa memakai mantel. Hasilnya? Ia terkena flu parah.
Flu itu tak kunjung sembuh. Malah makin menjadi, berkembang jadi pneumonia. Keadaannya terus memburuk hingga akhirnya, tepat pada 4 April 1841, ia menghembuskan napas terakhir. Cuma sebulan setelah ia bersumpah.
Prosesi pemakamannya dilakukan di Capitol, Washington. Namun, dua bulan berselang, tepatnya di bulan Juni, jenazahnya dipindahkan untuk dimakamkan kembali. Tempat peristirahatan terakhirnya adalah North Bend, Ohio.
Artikel Terkait
Gempa M 5,2 Guncang Konawe Kepulauan Sulteng
Pemerintah Siapkan Kebijakan WFH Satu Hari untuk Hemat BBM
Bentrokan Dua Kampung Warna-i Festival Kuluwung di Jonggol
Australia Larang Sementara Kedatangan Warga Iran Terkait Konflik Timur Tengah