Gedung Putih sendiri sebelumnya sudah bersuara keras. Mereka bilang Trump siap 'melepaskan neraka' jika Iran tak mau mengakui kekalahan. Tapi anehnya, di saat bersamaan, mereka tetap bersikukuh bahwa Iran diam-diam masih mau bicara.
Namun begitu, dari Teheran, sinyal yang diterima justru bertolak belakang sama sekali. Araghchi, sang Menlu Iran, bersikap sangat gamblang. Katanya, kebijakan Iran saat ini adalah melanjutkan perlawanan.
"Saat ini, kebijakan kami adalah kelanjutan dari perlawanan," tegas Araghchi.
Dia dengan keras menampik segala kemungkinan negosiasi. Bagi Iran, duduk satu meja dengan AS di tengah situasi seperti ini bukanlah pilihan.
"Kami tidak berniat untuk bernegosiasi sejauh ini. Tidak ada pembicaraan yang terjadi," ujarnya lagi.
Dan kalimat penutupnya paling keras: "Bicara soal negosiasi sekarang ini sama saja mengakui kekalahan."
Jadi, ada dua narasi yang sama sekali berbeda. Satu dari Washington yang bicara soal jalan damai yang tersembunyi, satunya lagi dari Teheran yang menegaskan perlawanan adalah satu-satunya jalan. Yang jelas, ketegangan masih menggantung, dan kata-kata saling serang masih terus bergema.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw