The New York Times Ungkap Proposal Rahasia Trump untuk Gencatan Senjata dengan Iran

- Kamis, 26 Maret 2026 | 06:10 WIB
The New York Times Ungkap Proposal Rahasia Trump untuk Gencatan Senjata dengan Iran

Media terkemuka AS, The New York Times, baru-baru ini mengungkap sebuah proposal rahasia dari pemerintahan Trump untuk Iran. Intinya? Gencatan senjata. Kabar ini, yang dikutip dari dua pejabat AS yang mengetahui seluk-beluknya, menyebut Pakistan sebagai perantara yang menyampaikan tawaran berisi 15 poin itu ke Teheran.

Menurut laporan tersebut, Washington mengajukan jeda tembak selama satu bulan. Nah, dalam kurun waktu itulah kedua belah pihak diharapkan bisa merundingkan butir-butir lengkap perjanjian tersebut. Isi detilnya masih tertutup rapat, tapi Channel 12 Israel menyorot beberapa poin kunci.

Di antaranya adalah tuntutan agar Iran membongkar program nuklirnya. Lalu, menghentikan dukungannya pada kelompok-kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas. Tak ketinggalan, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas yang lebih aman.

Namun begitu, ada satu hal yang masih mengambang: dukungan Israel. The New York Times mencatat belum jelas apakah Netanyahu mendukung langkah AS ini. Bahkan, Associated Press menyebut sejumlah pejabat Israel justru terkejut. Mereka selama ini menganjurkan Presiden Trump untuk terus berperang, bukan malah menawarkan gencatan.

Sampai berita ini diturunkan, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih bungkam. Gedung Putih pun belum memberikan tanggapan resmi.

Padahal, baru pada Selasa (24/3) lalu, Trump sendiri berbicara soal kemungkinan kesepakatan dengan Iran. Dia mengklaim ada kemajuan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung empat pekan ini. AS, katanya, bahkan berhasil memenangkan beberapa konsesi penting dari Iran.

Di sisi lain, peran Pakistan dalam drama ini cukup mencolok. Islamabad bukan cuma jadi kurir, tapi juga menawarkan diri menjadi tuan rumah jika negosiasi antara Washington dan Teheran benar-benar terjadi. Sebuah langkah diplomatik yang menarik, mengingat kompleksnya peta politik di Timur Tengah.

Jadi, bagaimana kelanjutannya? Proposal 15 poin itu kini ada di tangan Iran. Apakah ini jadi pintu keluar dari konflik, atau sekadar manuver politik sesaat? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar