Pria Diserang OTK di Parkiran Gereja Yahukimo, Kondisi Korban Sadar

- Rabu, 25 Maret 2026 | 21:50 WIB
Pria Diserang OTK di Parkiran Gereja Yahukimo, Kondisi Korban Sadar

Senin malam lalu, sekitar pukul setengah sembilan, suasana di Distrik Dekai, Yahukimo, diganggu oleh sebuah insiden kekerasan. Seorang pria berinisial SGF (44) menjadi korban serangan orang tak dikenal di area parkir Gereja GKI Metanoia. Ia baru saja menyelesaikan persiapan untuk kegiatan ibadah dan hendak pulang ke rumah.

Menurut sejumlah saksi, serangan itu terjadi begitu cepat di tempat parkir yang remang itu. Pelaku, yang masih diselidiki polisi dengan sebutan OTK, langsung menghilang setelah aksinya.

Korban, SGF, langsung dievakuasi dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dekai. Kabar baiknya, kondisinya sadar. Meski begitu, trauma dari kejadian itu tentu butuh waktu untuk pulih.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramdhani, menegaskan kasus ini ditangani sebagai penganiayaan.

"Kasus penganiayaan. Korban, seorang pria berinisial SGF dan saat ini dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan," jelas Faizal, Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, memberikan penjelasan lebih rinci soal respons timnya. Ia menyebut penanganan dilakukan cepat sejak laporan pertama masuk.

"Korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis dalam kondisi sadar," ujar Andria.

Ia melanjutkan, personelnya sudah bergerak mengamankan TKP, mengumpulkan keterangan saksi, dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Situasi kini diklaim sudah kembali terkendali. Yang tak kalah penting, Andria menekankan komitmen mereka dalam proses hukum.

Perlindungan terhadap hak dan privasi korban jadi prioritas. Mereka memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, tanpa ada yang dilewatkan. Investigasi masih terus berlanjut untuk mengungkap identitas dan motif si pelaku yang masih misterius ini.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar