Pernyataan keras ini bukan tanpa konsekuensi. Sanchez, yang berasal dari partai sosialis, baru-baru ini menolak permintaan Washington. AS ingin menggunakan pangkalan militer Madrid untuk operasi melawan Iran. Penolakan itu ia pertahankan, meski ancaman dari Presiden Donald Trump menggantung: perdagangan dengan Spanyol bisa diputus.
Bagi Sanchez, pelajaran dari Irak tahun 2003 masih terasa pahit. Invasi itu, katanya, gagal total. Alih-alih membawa perdamaian, kehidupan warga biasa justru makin sulit. Harga bahan bakar dan makanan melambung, krisis migrasi tak terelakkan, dan serangan militan mulai merambah Eropa.
Ia khawatir sejarah akan terulang, bahkan lebih parah. Serangan terhadap Iran berpotensi memicu dampak ekonomi serupa yang akan dirasakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.
"Setiap bom yang jatuh di Timur Tengah," kata Sanchez dengan nada prihatin, "pada akhirnya akan menghantam -- seperti yang sudah kita lihat -- keuangan keluarga-keluarga kita."
Artikel Terkait
Korlantas Siap Terapkan One Way Nasional di Tol Trans Jawa Jika Arus Balik Membeludak
Pemerintah Tegaskan Subsidi BBM Belum Dibatasi, Harga Dipertahankan
Debut Herdman di Kandang, Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts & Nevis
KPK Pastikan Prosedur Penanganan Kasus Yaqut Sesuai Aturan