Semangat serupa terlihat pada Syarif (46). Pria yang baru tiba dari Klaten ini dengan santai menunjukkan isi tasnya.
"Ya bawa oleh-oleh buat istilahnya 'menggugurkan kewajiban' kalau habis pulang kampung. Bawa bakpia sama lanting khas sana buat camilan," tutur Syarif.
Momen mudik tahun ini, menurutnya, sangat berkesan. Bisa kumpul dengan sanak famili yang jarang bertemu. Namun begitu, waktu liburan telah usai. Realitas harus dihadapi.
"Tetap semangat, mulai dari nol lagi buat cari "cuan" untuk tabungan (mudik) tahun depan," katanya sambil tertawa ringan.
Di sisi lain, riuh rendah penjemput dan pengantar mulai memenuhi hall stasiun. Suara roda koper berderit di lantai, diselingi sapaan hangat. Sebuah perjalanan panjang telah berakhir, membawa pulang lebih dari sekadar barang bawaan. Mereka membawa cerita, kenangan, dan sedikit rasa kampung halaman yang dibungkus rapi dalam kardus-kardus oleh-oleh.
Artikel Terkait
Arab Saudi Kecam Agresi Iran dan Ancaman Penutupan Selat Hormuz di Dewan HAM PBB
Anies Baswedan Hadir Tanpa Undangan di Halal Bihalal SBY di Cikeas
KPK Santai Hadapi Laporan MAKI ke Dewas Soal Status Tahanan Yaqut
Kemensos Salurkan Rp700 Miliar Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Bencana di Sumatera