Suasana Stasiun Pasar Senen di Jakarta Pusat pagi ini terlihat berbeda. Bukan lagi calon penumpang yang bergegas, melainkan para pemudik yang baru turun dari kereta jarak jauh. Wajah mereka tampak lelah, tapi sesekali tersenyum melihat barang bawaan yang menumpuk. Koper besar, tas karung, hingga kardus-kardus yang diikat tali rafia memenuhi peron. Isinya? Bukan cuma pakaian, tapi lebih banyak oleh-oleh khas daerah.
Pantauan di lokasi pada Selasa (25/3/2026) menunjukkan, hampir setiap penumpang membawa lebih dari dua bagasi. Dominannya adalah makanan ringan tradisional, seolah mereka baru kembali dari sebuah festival kuliner nusantara.
Salah satu pemudik yang terjebak dalam kerumunan itu adalah Astri (39). Perempuan asal Garut, Jawa Barat ini terlihat sibuk mengatur beberapa kardus di dekat kakinya. Bagi Astri, membawa buah tangan dari kampung halaman sudah jadi ritual wajib. Tradisi yang tak boleh terlewat.
"Ada tempe, bawa rengginang, dodol. Itu makanan yang sering "dikangenin"," ujarnya.
Sepuluh hari di Garut terasa singkat, tapi cukup baginya untuk memuaskan kerinduan pada rasa. Sekarang, oleh-oleh itu akan jadi pengobat rindu sebelum kembali terjun ke hiruk-pikuk Jakarta.
Artikel Terkait
Arab Saudi Kecam Agresi Iran dan Ancaman Penutupan Selat Hormuz di Dewan HAM PBB
Anies Baswedan Hadir Tanpa Undangan di Halal Bihalal SBY di Cikeas
KPK Santai Hadapi Laporan MAKI ke Dewas Soal Status Tahanan Yaqut
Kemensos Salurkan Rp700 Miliar Bantuan Tahap Pertama untuk Korban Bencana di Sumatera