Isu tentang siapa yang akan memimpin Iran ke depan rupanya menarik perhatian Gedung Putih. Menurut laporan Politico yang dirilis Selasa (24/3), Presiden AS Donald Trump disebut-sebut sedang mempertimbangkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai calon mitra potensial. Ghalibaf dipandang oleh sebagian kalangan di pemerintahan Trump sebagai figur yang bisa diajak bekerja sama, bahkan mungkin memimpin negeri itu di masa mendatang.
Namun begitu, kabar ini masih sebatas wacana. Dua pejabat yang diwawancarai Politico mengaku Gedung Putih sendiri belum benar-benar berkomitmen pada satu nama. Semuanya masih sangat prematur.
"Dia adalah pilihan yang menarik," ujar seorang pejabat, seperti dikutip dari laporan tersebut.
"Dia salah satu yang paling berpengaruh... Tapi kita harus mengujinya, dan kita tidak bisa terburu-buru."
Artikel Terkait
Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan
Pramono Anung dan Rano Karno Gelar Halalbihalal dengan Ribuan ASN di Balai Kota
Dubes Saudi Soroti Mayoritas Serangan Iran Arah ke Negara Tetangga, Bukan Israel
Harga Emas Antam Naik, Buyback Melonjak Rp27 Ribu per Gram