Pernyataan Trump sendiri pada Senin (23/3) terdengar cukup gamblang. Dia bicara soal akan adanya "perubahan rezim yang sangat serius" di Iran. Perubahan itu, katanya, sudah mulai terlihat karena banyak dari kepemimpinan lama yang telah tiada.
"Mereka benar-benar baru memulai. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim, tetapi kita berurusan dengan beberapa orang yang menurut saya sangat masuk akal, sangat solid," jelas Trump.
Jadi, akankah rencana menjadikan Ghalibaf pemimpin berikutnya itu terwujud? Situasinya masih sangat cair. Di satu sisi, ada sinyal ketertarikan. Di sisi lain, segala sesuatu dalam politik, terutama yang melibatkan Timur Tengah, jarang berjalan sesuai skenario yang sudah ditulis.
Artikel Terkait
Fortuner Salip dari Bahu Jalan, Tabrak Agya di Tol Depok-Antasari
Rupiah Mengawali Perdagangan dengan Penguatan Tipis, Analis Prediksi Pelemahan
Pramono Anung dan Rano Karno Gelar Halalbihalal dengan Ribuan ASN di Balai Kota
Dubes Saudi Soroti Mayoritas Serangan Iran Arah ke Negara Tetangga, Bukan Israel