Menurutnya, ada perubahan pola serangan Iran. Jumlah peluncuran rudal harian mereka kini turun jadi rata-rata sepuluh saja. Namun begitu, Iran tampaknya mengumpulkan tenaga untuk kemudian menembakkan rudal dalam skala besar setiap beberapa hari sekali, dengan sasaran utama pusat-pusat populasi.
"Kami sudah siaga untuk menghadapi ini. Dan kami akan terus memburu, melenyapkan tentara dan komandan dari jajaran rudal tersebut," tegasnya.
Tak lama setelah pernyataan itu, situasi darurat terjadi di lapangan. Layanan medis Magen David Adom (MDA) melaporkan, tim mereka sedang mengevakuasi sembilan orang dari daerah Bnei Brak, di Israel tengah, ke rumah sakit. Mereka menjadi korban serangan rudal Iran.
Kondisi para korban beragam. Seorang pria 23 tahun mengalami luka sedang akibat pecahan peluru. Delapan lainnya, termasuk enam anak-anak, hanya mengalami luka ringan. Sementara itu, di Givat Shmuel yang letaknya berdekatan, tiga orang juga dilarikan dengan luka ringan akibat ledakan.
Artikel Terkait
Bupati Aceh Tengah Usulkan Kapolres Muhammad Taufiq untuk Hoegeng Awards 2026
Puncak Arus Balik Lebaran: 256 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari
Harga Tiket Bus Masih Naik di Sejumlah Rute, Arus Balik Lebaran Baru Mencapai Puncak Dini Hari
Hakim Nonaktif PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Hormati dan Minta Penundaan Sidang