Puncak Arus Balik Lebaran: 256 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari

- Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB
Puncak Arus Balik Lebaran: 256 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari

Puncak arus balik Lebaran tahun ini benar-benar terjadi. Menurut catatan Korlantas Polri, Selasa kemarin (24/3) jadi hari tersibuk, di mana Jakarta dibanjiri kendaraan dari berbagai penjuru. Bayangkan saja, dalam satu hari itu, lebih dari 256 ribu kendaraan masuk lewat empat gerbang tol utama. Angkanya melonjak hampir dua kali lipat dari kondisi normal.

Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas, membeberkan data ini berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2026. Hingga Rabu pagi, total kendaraan yang sudah kembali ke ibu kota nyaris menyentuh 1,96 juta unit. Kalau dirunut, itu sudah mencakup 58% dari proyeksi akhir yang diperkirakan mencapai 3,4 juta kendaraan.

"Arus balik meningkat tajam dan mencapai puncak pada H 3," ujar Irjen Agus.

Ia menambahkan, "Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, terjadi kenaikan arus masuk sebesar 14,87 persen."

Di sisi lain, polisi mengklaim semua pengaturan lalu lintas tahun ini mengandalkan data aktual. Pemantauan real-time di lapangan jadi patokan, bukan sekadar perkiraan.

Meski puncaknya sudah lewat, situasi belum bisa dibilang lengang. Menurut Agus, pergerakan menuju Jakarta masih akan padat dalam beberapa hari ke depan. Masuk akal sih, mengingat masih ada jutaan kendaraan lain yang tertahan di kampung halaman.

"Sisa arus balik masih cukup besar, yakni sekitar 1,44 juta kendaraan atau 42 persen lagi," jelasnya. "Arus ini diprediksi akan terus mengalir masuk ke Jakarta."

Berbanding terbalik dengan arus masuk, lalu lintas yang keluar dari Jakarta justru menyusut drastis. Hingga H 3, tercatat 2,52 juta unit kendaraan telah meninggalkan ibu kota. Artinya, sekitar 72% dari total proyeksi keberangkatan sudah terealisasi. Trennya jelas: Jakarta perlahan mulai kembali berdenyut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar