Jakarta - Suara tegas datang dari Kediaman Duta Besar Arab Saudi di kawasan Menteng yang asri, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2026). Dalam sebuah konferensi pers, Dubes Faisal Abdullah Al Amoudi menyampaikan keprihatinan mendalam negaranya. Intinya: dunia harus bersatu menjaga Selat Hormuz.
Seruan ini muncul bukan tanpa sebab. Ketegangan di kawasan itu memanas setelah serangan-serangan yang dilancarkan Iran. Menurut Faisal, situasi ini sungguh mengkhawatirkan.
"Selat Hormuz itu jalur utama kapal-kapal internasional," ujar Dubes Faisal.
"Setiap gangguan di sana, sekecil apa pun, dampaknya akan terasa besar. Bisa mengguncang ekonomi internasional."
Dia tak main-main. Gangguan di selat sempit yang strategis itu, dalam pandangan Riyadh, benar-benar bisa mengancam arus lalu lintas energi global. Imbasnya? Guncangan ekonomi yang mungkin sulit dihindari.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik Lebaran: 256 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta dalam Sehari
Hakim Nonaktif PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Hormati dan Minta Penundaan Sidang
Harga Perak Antam Melonjak Rp2.100, Tembus Rp46.550 per Gram
Gubernur Jateng Soroti Kolaborasi Antar-Lembaga dan Apresiasi Kelancaran Mudik Lebaran