Bagaimana Kronologis Kejadiannya?
Ipda (Anumerta) Apendra meninggal dunia pada Sabtu (21/3) dini hari. Sebelumnya, dia dilarikan ke rumah sakit usai mengeluh lelah dan sesak napas. Kejadian itu berlangsung setelah dia bertugas mengamankan malam takbiran.
Padatnya jadwal operasi sejak Jumat (20/3) sebenarnya sudah terlihat menguras tenaga. Tapi Apendra tak pernah meminta digantikan. Dia tetap tegak di posnya, memastikan perayaan masyarakat berjalan lancar dan aman.
"Hingga lewat tengah malam, sekitar pukul 01.00 WIB di dekat Kantor Camat Kampar, beliau masih bertugas," jelas Boby.
Namun begitu, kondisi fisiknya akhirnya tak bisa lagi menahan beban. Apendra mengeluh kelelahan yang sangat dan sesak napas. Rekan sejawatnya, Bripka Fitriadi Solihan, segera membawanya ke Puskesmas Kampa menggunakan mobil dinas.
Sayangnya, dalam perjalanan, kondisinya malah memburuk dengan cepat. Apendra tak sadarkan diri.
Tim medis di puskesmas berusaha melakukan CPR, tapi hasilnya tak menggembirakan. Almarhum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Aulia Pekanbaru. Upaya penyelamatan pun berakhir pukul 02.39 WIB, ketika Apendra dinyatakan meninggal dunia.
Artikel Terkait
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat
Polsek Pakuhaji Patroli Dermaga Cituis, Ingatkan Nelayan Soal Aturan Keselamatan Kapal
Kapolri Pantau Langsung Kesiapan Arus Balik Liburan dari Command Center Bali
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak di Bakauheni