“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” tegas Pratikno.
Ia menekankan, upaya ini mencakup institusi di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek. “Ini prioritas. Ini utama,” pungkasnya.
Namun begitu, transformasi di bidang lain juga digenjot. Sebagai bagian dari perubahan pemerintahan, Pratikno menginstruksikan percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Birokrasi harus lebih kinerjanya, pelayanan masyarakat ditingkatkan, dan efisiensi di segala lini diterapkan.
Caranya? Misalnya dengan memangkas perjalanan dinas yang tidak penting. Lalu, mengoptimalkan rapat daring, serta menerapkan pengaturan kerja fleksibel (FWA) secara terukur. Tujuannya sederhana: menciptakan pola kerja yang lebih efektif dan efisien.
Pada akhirnya, semua kebijakan ini bermuara pada satu hal. “Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat,” kata Pratikno menutup pembicaraan. “Tentu, dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien.”
Artikel Terkait
Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Puncak Arus Balik Diprediksi Pekan Ini
Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional Dimulai di Tol Kalikangkung untuk Arus Balik Lebaran
Arus Balik Lebaran Padatkan Sejumlah Ruas Tol Menuju Jakarta
Pasca-Lebaran 2026, Wisata Samosir Dibanjiri 65 Ribu Kunjungan dalam 6 Hari