Di tengah situasi global yang masih diliputi ketidakpastian, Menteri Koordinator PMK, Pratikno, punya pesan tegas: sekolah harus tetap buka. Proses belajar mengajar tatap muka, menurutnya, tak boleh goyah. Itu kunci agar kualitas pendidikan kita tidak tergerus.
Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Pratikno mengingatkan kembali arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu. Intinya, krisis global ini justru harus dimanfaatkan. Momentum untuk mendorong transformasi nasional lebih cepat lagi.
“Khusus di bidang pendidikan, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” ujar Pratikno.
Ia menegaskan, proses belajar harus makin optimal. Jangan sampai ada ‘learning loss’ atau hilangnya kemampuan belajar siswa. “Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” tambahnya.
Memang, opsi hybrid gabungan luring dan daring pernah mengemuka dalam diskusi. Tapi, setelah dibahas lintas kementerian, muncul kesepakatan. Pembelajaran daring untuk siswa tidak lagi jadi prioritas mendesak saat ini. Alasannya jelas: menjaga mutu pendidikan itu nomor satu.
Di sisi lain, perhatian pemerintah tidak hanya pada pangan dan energi. Peningkatan kualitas SDM, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan, mendapat porsi yang sangat besar. Ini jadi fokus utama.
Artikel Terkait
Lebih dari 1,7 Juta Kendaraan Sudah Kembali ke Jabotabek, Puncak Arus Balik Diprediksi Pekan Ini
Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional Dimulai di Tol Kalikangkung untuk Arus Balik Lebaran
Arus Balik Lebaran Padatkan Sejumlah Ruas Tol Menuju Jakarta
Pasca-Lebaran 2026, Wisata Samosir Dibanjiri 65 Ribu Kunjungan dalam 6 Hari