Ancaman serangan itu sendiri bukan main-main. Trump sebelumnya sudah mengeluarkan ultimatum: dia akan menyerang pembangkit listrik Iran pada Senin malam itu juga, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali. Jadi, pernyataan penundaan ini cukup dramatis.
Yang menarik, sikapnya sebelumnya tampak keras. Baru beberapa hari lalu, tepatnya Jumat (20/3) sore, Trump dengan tegas menyatakan posisinya.
"Kita bisa berdialog, tetapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata," katanya waktu itu.
Nah, pernyataan terbarunya di Truth Social jelas bertolak belakang dengan sikap awal itu. Sepertinya, ada sesuatu yang berubah dalam hitungan hari. Atau, mungkin ini bagian dari strategi negosiasinya yang terkenal tak terduga.
Artikel Terkait
Remaja Disabilitas Ditemukan Selamat di Sungai Cikeas Bogor Setelah 4 Hari Hilang
Saudi Serukan Kerja Sama Internasional Jaga Stabilitas Selat Hormuz
Kemnaker Tetapkan Penyaluran Uang Saku MagangHub Dimulai 25 Maret 2026
Polres Kuansing Bakar Tiga Rakit Penambangan Emas Ilegal di Kuantan Tengah