Seorang remaja putri akhirnya ditemukan di aliran Sungai Cikeas, Sukaraja, Bogor. Usianya masih belia, 19 tahun, dengan inisial AM. Asalnya dari Duren Sawit, Jakarta Timur.
Menurut Kapolsek Sukaraja AKP Ade Rahmat, penemuan ini adalah hasil upaya panjang. "Polsek Sukaraja berhasil menemukan sekaligus mempertemukan seorang perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang dengan pihak keluarganya," ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Prosesnya tidak instan, melainkan setelah serangkaian pencarian dan koordinasi yang intensif.
Korban pertama kali terlihat pada Senin sore, 23 Maret. Saat ditemukan, kondisinya selamat meski diduga sempat hanyut. Sayangnya, identitasnya sulit dipastikan saat itu. Wanita ini adalah penyandang disabilitas yang mengalami kendala dalam berkomunikasi.
"Karena mengalami gangguan komunikasi, identitas korban tidak dapat diketahui secara langsung," jelas Ade Rahmat.
Polisi lalu bergerak cepat. Mereka mengecek lokasi penemuan dan mengumpulkan keterangan dari warga sekitar. Dari penelusuran itu, muncul petunjuk. Ternyata, korban sempat terlihat di wilayah Cimahpar pada pagi harinya, sebelum akhirnya berada di sungai.
Malam itu juga, korban dibawa ke UPT Balai Kesejahteraan Sosial Terpadu (BKST) Kabupaten Bogor untuk penanganan. Sambil merawatnya, upaya mencari identitas terus digencarkan. Informasi disebar, siapa tahu ada keluarga yang kehilangan.
Dan upaya itu tak sia-sia.
"Upaya tersebut membuahkan hasil," kata Kapolsek. Keluarga korban menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Cikeas setelah mendengar kabar. Rupanya, AM telah hilang sejak 20 Maret 2026.
Setelah data dicocokkan dan semuanya klop, proses penyerahan pun dilakukan. Semua berjalan lancar dan aman.
Rasa syukur keluarga tak terkira. "Pihak keluarga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian serta respon cepat jajaran Polsek Sukaraja," pungkas Ade Rahmat, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Wamendagri: Kendari Berpotensi Jadi Pusat Ekonomi dan Industri MICE di Indonesia Timur
PGN Terapkan Ekonomi Sirkular dengan Kelola Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna
26 Siswa Masih Dirawat Usai Diduga Keracunan Pangsit Isi Tahu di Pulogebang
PLN Resmikan SPKLU Center Pertama di Banten dengan Teknologi Ultra Fast Charging di PIK 2