KOMPAS.TV – Langit malam di wilayah Israel tiba-tiba berubah jadi panggung perang. Militer Iran dengan bangga merilis rekaman serangan drone mereka, menunjukkan bagaimana beberapa aset strategis di Israel menjadi sasaran.
Menurut rilis tersebut, serangan itu melibatkan amunisi jelajah. Targetnya cukup spesifik: pusat perang elektronik dan radar di kota pelabuhan Haifa. Tak cuma itu, fasilitas penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Ben Gurion juga ikut diincar.
Di sisi lain, otoritas Israel menyatakan mereka sudah mendeteksi ancaman ini lebih dulu. Sistem pertahanan udara mereka diklaim aktif bekerja untuk menangkis serangan yang datang. Suasana mencekam langsung terasa.
Rudal dan drone Iran terlihat melintas di atas langit Jerusalem dan Tepi Barat. Lalu, sirene peringatan pun meraung-raung. Bunyinya menggema di berbagai wilayah, termasuk Jerusalem Barat, memaksa warga bergegas mencari perlindungan. Serangan ini disebut-sebut sebagai balasan Iran atas konflik yang sedang berlangsung.
Kepanikan bahkan merambah ke gedung parlemen. Sidang pleno yang sedang membahas anggaran terpaksa dihentikan mendadak. Informasi tentang peluncuran rudal dari Iran membuat para anggota parlemen berlarian, berhamburan menuju bunker perlindungan. Sidang penting itu pun vakum.
Keadaan memang masih berkembang. Namun begitu, yang jelas ketegangan di Timur Tengah sekali lagi memanas dengan cepat. Imbasnya langsung terasa hingga ke jantung politik dan keamanan Israel.
Artikel Terkait
PGN Amankan Pasokan Gas Bumi Nasional Lewat Sejumlah Kesepakatan Strategis di IPA Convex 2026
Polisi Tetapkan Sopir Taksi Green SM sebagai Tersangka Kecelakaan di Perlintasan Bekasi Timur, Tidak Ditahan
Pemprov Jateng Bangun VIP Room Baru di Lanud Adi Soemarmo Boyolali Rp12,6 Miliar
Peringatan Harkitnas ke-118, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Nasional Lewat Transformasi dan Inovasi