Jakarta – Imam Tohari, sang pelatih tunggal putri, mengakui ada kemajuan dalam permainan Putri. Tapi, di balik progres itu, satu hal masih terus mengganjal: konsistensi. Menurutnya, inilah PR besar yang harus segera diselesaikan.
“Dalam setiap pertandingan ada yang bagus dan tidak bagus,” ujar Imam.
“Konsistensi di lapangan masih harus ditingkatkan, terutama dalam kontrol pikiran dan cara bermain,” tambahnya.
Ia secara khusus menyoroti penampilan di partai final Swiss Open. Performa Putri, katanya, belum keluar seratus persen. Faktor mental sepertinya punya andil besar dalam hal ini.
“Di final, Putri belum bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Faktor mental dan kontrol pikiran cukup memengaruhi penampilannya,” beber Imam.
Memang, tekanan di babak final selalu berbeda. Atmosfernya lebih mencekam, bebannya lebih berat. Imam berharap pengalaman ini jadi pelajaran berharga buat Putri ke depannya.
Artikel Terkait
Kemacetan Parah Landa Jalur Garut-Bandung, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
Dubes Arab Saudi Tegaskan Keamanan dan Kelancaran Haji 2026 Tak Terganggu
Pesawat Hercules C-130 Angkatan Darat Kolombia Jatuh di Putumayo, 66 Orang Tewas
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat