Coconut Coffee & Eatery Palagan: Kafe Paling Kelapa di Jogja yang Bikin Penasaran

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Coconut Coffee & Eatery Palagan: Kafe Paling Kelapa di Jogja yang Bikin Penasaran

Di tengah maraknya kafe tematik di Yogyakarta, Coconut Coffee & Eatery Palagan hadir dengan konsep unik yang sepenuhnya berfokus pada kelapa. Setiap aspek kafe ini, mulai dari desain interior hingga menu makanan dan minuman, dirancang untuk mengangkat potensi kelapa sebagai bahan lokal yang serbaguna.

Nabila Budi Mentari, Head Kitchen Coconut Coffee & Eatery Palagan, menegaskan bahwa kelapa merupakan identitas utama tempat ini. "Coconut itu identitas kami," ujarnya. Kafe ini menghadirkan kelapa dalam berbagai bentuk inovatif, baik di dapur maupun di bar minuman.

"Kami ingin menampilkan semua produk berbasis kelapa, baik makanan maupun minuman. Kami memberikan eksperimen baru kepada customer, menunjukkan bahwa kelapa tidak hanya bisa dinikmati utuh, tetapi juga bisa di-mix dengan kopi, sweet base, atau diolah menjadi hidangan istimewa," tambah Nabila.

Konsep tersebut diwujudkan melalui 15 hingga 20 varian minuman berbasis kelapa. Beberapa menu andalan termasuk Coconut Coffee (campuran air kelapa dengan kopi) dan Coconut Matcha. "Kami ingin membuktikan bahwa kelapa memiliki cakupan olahan yang lebih luas," kata Nabila.

Di sisi makanan, Nasi Campur ala Coconut Coffee & Eatery menjadi menu favorit pengunjung. Hidangan ini menampilkan perpaduan rasa Bali dan Lombok dengan nasi daun jeruk, ayam suwir, sambal matah, sate lilit, pelicing kangkung, telur setengah matang, dan keripik kentang. "Kami mempertahankan cita rasa tropis yang cocok untuk lidah masyarakat Yogyakarta," jelasnya.

Respon pengunjung terhadap konsep kafe ini sangat positif. Musik, pencahayaan, dan tata ruang dirancang khusus untuk menciptakan suasana tropis ala kafe Bali. "Bagi yang belum sempat ke Bali atau Lombok, mereka bisa merasakan pengalaman nongkrong di sana melalui Coconut Coffee & Eatery," tutur Nabila.

Bagi kafe ini, kelapa tidak sekadar bahan baku, melainkan simbol bagaimana produk lokal dapat diolah menjadi pengalaman kuliner yang segar dan berkesan. "Bisa dibilang kami kafe yang paling kelapa di Jogja," pungkas Nabila.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler