Pesawat Hercules C-130 Angkatan Darat Kolombia Jatuh di Putumayo, 66 Orang Tewas

- Rabu, 25 Maret 2026 | 02:15 WIB
Pesawat Hercules C-130 Angkatan Darat Kolombia Jatuh di Putumayo, 66 Orang Tewas

Angka korban terus bertambah. Dari selatan Kolombia, kabar duka terbaru menyebut sedikitnya 66 orang tewas dalam kecelakaan pesawat militer yang terjadi Senin lalu, 23 Maret 2026. Tragedi ini benar-benar menghantam.

Pesawat pengangkut militer jenis Hercules C-130 itu membawa 125 orang 114 personel angkatan darat plus 11 awak kabin saat jatuh di wilayah Putumayo. Menurut sejumlah saksi di lapangan, musibah terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas dari bandar udara Puerto Leguizamo. Suara keras, lalu keheningan yang mencekam.

Hingga berita ini diturunkan, apa yang sebenarnya terjadi masih menjadi misteri. Penyebab pasti jatuhnya pesawat bermesin turboprop itu belum terungkap. Investigasi masih berjalan, meski operasi evakuasi terus digenjot di lokasi yang sulit dijangkau.

Presiden Gustavo Petro sebelumnya sudah angkat bicara. Ia menyatakan pihaknya belum bisa memastikan faktor pemicu kecelakaan. Pernyataan itu sekaligus menegaskan betapa rumitnya situasi di lapangan.

Di sisi lain, upaya pencarian bukti oleh tim berwenang masih berlangsung. Mereka berusaha mengumpulkan serpihan dan data untuk menguak latar belakang tragedi memilukan ini.

Merespons keadaan, Kementerian Pertahanan Kolombia tak tinggal diam. Seluruh protokol bantuan telah diaktifkan untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan. Otoritas terkait juga dimobilisasi untuk mengamankan lokasi dan segera memulai penyelidikan mendalam.

Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyampaikan rasa simpati yang mendalam. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya ketepatan informasi di tengah masa sulit seperti sekarang.

"Saya menyampaikan belasungkawa paling tulus kepada keluarga yang terdampak," ujarnya.

"Dan, demi menghormati duka mereka, saya mengimbau semua pihak untuk menghindari spekulasi hingga informasi resmi tersedia," pungkas Sanchez.

Suasana di lokasi masih tegang. Harapan untuk menemukan jawaban jelas masih ada, tapi duka yang menyelimuti Kolombia saat ini terasa jauh lebih berat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar