Pesan serupa datang dari Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ia mengingatkan, kondisi fisik pengemudi adalah kunci utama. "Coba berhenti tiap tiga jam sekali," imbaunya. Menurutnya, kelelahan adalah pemicu kecelakaan yang sering diabaikan.
Di lapangan, Ahmad Luthfi mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam mengelola mudik tahun ini. Ia membeberkan angka: kendaraan masuk Jawa Tengah saat arus mudik sekitar 1,79 juta unit, sementara yang keluar sekitar 1,09 juta. Nah, untuk arus balik, baru 153 ribu lebih kendaraan yang tercatat kembali. Artinya, masih ada sekitar 1,6 juta kendaraan lainnya yang belum bergerak pulang.
"Masih ada waktu. Kami harap masyarakat tidak buru-buru," jelas Luthfi. Ia mendorong pemudik memanfaatkan fleksibilitas WFA agar arus tidak menumpuk di hari yang sama.
Soal infrastruktur, Luthfi memastikan kondisi jalan di Jawa Tengah cukup baik dengan keluhan yang minim. Angka kecelakaan pun disebut menurun. "Ini menunjukkan kesadaran masyarakat juga ikut membaik," ujarnya.
Di sisi lain, pasokan logistik dan energi di wilayahnya aman dan harganya stabil. Luthfi menegaskan, keberhasilan pengelolaan mudik ini tak lepas dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan tentu saja masyarakat.
Pengalaman nyata datang dari Edi, pemudik asal Kudus yang baru saja kembali ke Jakarta. Ia mengaku perjalanannya kali ini cukup lancar.
"Sebulan lalu jalannya masih banyak yang rusak. Tapi pas kami pulang, perjalanan jadi nyaman dan mulus," tuturnya. Sebuah kabar yang tentu melegakan di tengah hiruk-pikuk arus balik.
Artikel Terkait
Dua Selamat, Satu Hilang Terseret Ombak di Pantai Kayakas Lebak
Pelatih Soroti Konsistensi Alwi Farhan Usai Tur Eropa 2026
Tagana Sumbawa Dirikan Dapur Umum Usai Kebakaran Landa 31 Rumah
Aksa Mahmud: Pemimpin Mumpuni Butuh Fondasi Pendidikan yang Kokoh