Indra Wijaya, sang pelatih tunggal putra utama PP PBSI, punya satu catatan penting untuk Alwi Farhan. Konsistensi. Itulah PR besar yang harus segera diselesaikan pemain muda itu jika ingin bertahan di papan atas dunia.
Pernyataan itu muncul setelah rangkaian penampilan Alwi di Tur Eropa 2026. Ia sempat mengejutkan dengan melaju ke perempat final All England, turnamen Super 1000 yang prestisius itu. Tak berhenti di situ, di Swiss Open (Super 300), ia bahkan melangkah sampai ke babak final. Performanya memang menunjukkan grafik naik, tapi bagi Indra, masih ada yang kurang.
“Masih ada yang harus ditingkatkan,” ujar Indra lewat keterangan resmi PP PBSI, Selasa lalu.
“Terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” lanjutnya.
Soal fisik ini bukan omong kosong. Jadwal turnamen elite itu padat dan kejam. Daya tahan tubuh harus benar-benar prima agar kualitas permainan tidak anjlok di tengah jalan. Selain itu, ada aspek lain yang kerap jadi penentu: mental. Kematangan dalam mengendalikan emosi, terutama di saat tekanan datang menghimpit, seringkali jadi pembeda antara pemain bagus dan pemain juara.
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas One Way Nasional Dimulai di Tol Kalikangkung untuk Arus Balik Lebaran
Arus Balik Lebaran Padatkan Sejumlah Ruas Tol Menuju Jakarta
Pasca-Lebaran 2026, Wisata Samosir Dibanjiri 65 Ribu Kunjungan dalam 6 Hari
4,2 Juta Warga Jakarta Tak Mudik, Pemerintah Dorong Wisata Lokal