Veda Ega Bersinar di Trek Basah Brasil
Hujan deras sempat menghentikan aktivitas di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, Jumat lalu. Tapi begitu lintasan dibuka, Veda Ega Pratama langsung menunjukkan taringnya. Pembalap muda Indonesia itu tampil impresif di sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Brasil 2026. Ia berhasil meraih posisi kedelapan sekaligus menjadi pembalap Honda tercepat kedua. Yang menarik, ia juga mengungguli rival sekaligus sesama pembalap Asia Tenggara, Hakim Danish dari Malaysia.
Kondisi trek yang basah dan licin ternyata jadi keuntungan tersendiri. Iklim tropis Goiania mirip dengan Indonesia, membuat Veda merasa lebih familiar. Sesi yang tertunda satu jam itu justru dimanfaatkannya untuk membaca lintasan, mencari bagian trek yang masih punya grip optimal. Banyak rider yang tampil hati-hati, tapi beberapa justru menyerang.
Perburuan Waktu yang Sengit
Hakim Danish sempat unggul di awal. Rider Malaysia itu mencatat waktu 1 menit 46,208 detik, lalu meningkat ke 1:43,354, dan 1:41,106. Veda? Dia tak mau ketinggalan. Lap demi lap, waktunya terus membaik, akhirnya mencetak 1:38,073 detik.
Namun begitu, panggung hari itu seolah dikuasai Brian Uriarte. Pembalap Red Bull KTM Ajo itu tampil luar biasa konsisten. Saat Veda sempat memimpin dengan 1:47,326 di awal dan kemudian memperbaiki menjadi 1:36,153, Uriarte sudah melesat lebih jauh. Bahkan Guido Pini dari Leopard Racing yang sempat mencatat 1:35,153, langsung dijawab Uriarte dengan 1:34,419.
Ritme Uriarte benar-benar tak terbendung. Di sisa empat menit sesi, ia masih melaju dengan kecepatan di kisaran 1:33 detik. Dia menutup long run-nya dengan catatan fantastis: 1:32,812 detik. Maximo Quiles, sang favorit juara dari CFMoto Gaviota Aspar, harus puas di posisi kedua dengan selisih hampir empat persepuluh detik.
Potensi Besar untuk Balapan Besok
Veda sendiri terus berjuang. Waktunya membaik jadi 1:35,232, lalu 1:34,479. Sayangnya, di sisa 1,5 menit, nasib kurang beruntung. Ia terhalang rider lain yang melaju pelan, ditambah bendera kuning berkibar. Alhasil, lap terbaiknya yang 1:34,393 terpaksa dianulir. Meski demikian, posisi kedelapan yang ia raih menunjukkan potensi yang sangat besar untuk seri balap kedua ini.
"Kami memanfaatkan sesi latihan ini untuk mengenal lintasan dan mencari grip terbaik. Saya senang bisa menjadi pembalap Honda tercepat dan masuk 10 besar,"
Demikian kata Veda usai sesi, menegaskan bahwa kondisi trek basah justru memberinya keuntungan psikologis.
Secara keseluruhan, papan waktu FP1 Moto3 Brasil 2026 diisi oleh Brian Uriarte di puncak, disusul Maximo Quiles dan Joel Esteban. Veda Ega Pratama bertengger di posisi kedelapan dengan waktu 1:34,485, sementara Hakim Danish harus puas di urutan ke-13.
Hasil Lengkap FP1 Moto3 Brasil 2026:
1 Brian Uriarte KTM Ajo KTM 1:32,812
2 Maximo Quiles Aspar KTM 1:33,206
3 Joel Esteban MTA KTM 1:33,606
4 Guido Pini Leopard Honda 1:33,653
5 Cormac Buchanan Code KTM 1:33,956
6 Alvaro Carpe KTM Ajo KTM 1:34,304
7 Scott Ogden CIP KTM 1:34,454
8 Veda Ega Pratama Honda Team Asia Honda 1:34,485
9 David Almansa Intact GP KTM 1:34,490
10 Marco Morelli Aspar KTM 1:34,590
... dan seterusnya hingga posisi 25.
Artikel Terkait
Persija vs Persib Berpotensi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda karena Izin Venue di Jakarta Mandek
Persib Bandung Tampil dengan Kekuatan Penuh Hadapi Persija Usai Taklukkan PSIM 1-0
Mantan Kepala Kru Honda Ragukan Marc Marquez Kembali ke Tim Pabrikan
Petisi 4 Juta Fans Desak Real Madrid Jual Mbappe Usai Liburan Kontroversial di Tengah Krisis Tim