Namun begitu, Teheran jelas tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan hujan drone dan rudal, yang sebagian besar ditujukan ke Israel. Tapi bukan cuma itu, serangan balasan Iran juga menyasar Yordania, Irak, dan sejumlah negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS. Imbasnya? Korban jiwa berjatuhan, infrastruktur rusak parah, dan yang paling terasa: kekacauan di pasar global serta jaringan penerbangan internasional.
Di tengah situasi yang memanas ini, Presiden AS Donald Trump mencoba memberi sinyal diplomatik. Ia mengungkapkan bahwa negaranya sedang berkomunikasi dengan sejumlah tokoh penting dalam rezim Iran untuk mengupayakan perdamaian.
Tapi ada catatan besar. Trump dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak berbicara dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei. Sebuah pernyataan yang justru membuat banyak pihak bertanya-tanya: mungkinkan perang ini benar-benar akan berakhir tanpa dialog di tingkat paling atas?
Artikel Terkait
Kemnaker Tetapkan Penyaluran Uang Saku MagangHub Dimulai 25 Maret 2026
Polres Kuansing Bakar Tiga Rakit Penambangan Emas Ilegal di Kuantan Tengah
Dua Pendaki Hilang di Gunung Dako, Tim SAR Gabungan Dikerahkan
Arus Balik Lebaran 2026: 37.000 Kendaraan Padati Tol Kalikangkung dalam 12 Jam