Kekacauan pun terjadi. Liquori menggambarkan bagaimana para penumpang saling membantu keluar melalui sayap pesawat. Dia masih tak percaya. "Saya hanya senang masih hidup," katanya. Penerbangan satu jam yang biasa dia lakukan itu berakhir dengan cara yang tak pernah dibayangkan.
Jack Cabot, penumpang lain, punya kesaksian serupa. "Kami melakukan pendaratan normal," katanya kepada CNN. "Kami langsung menabrak sesuatu dan sejak saat itu terjadi kekacauan... Semua orang bersembunyi dan semua orang berteriak."
Insiden yang terjadi pukul 02.40 waktu setempat itu dampaknya parah. Selain dua nyawa pilot melayang, 41 orang dilarikan ke rumah sakit dengan berbagai tingkat cedera, beberapa di antaranya serius. Bandara LaGuardia pun terpaksa ditutup hingga siang hari Senin.
Salah satu pilot yang meninggal telah diidentifikasi sebagai Antoine Forest, pria 30 tahun asal Québec. Nama pilot kedua belum diumumkan. Mereka berdua disebut-sebut sebagai pilot muda yang sedang meniti karier.
"Mereka adalah dua pria muda di awal karier mereka, jadi ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan," ujar Bran Bedford, administrator FAA, menyampaikan duka.
Kini, penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap bagaimana tragedi di landasan pacu yang sibuk ini bisa terjadi.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Siapkan Skenario Lalu Lintas Fleksibel untuk Arus Balik 2026
Sultra Diguncang Lima Gempa Dangkal, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone Hermes di Langit Teheran
BGN Bekukan SPPG Mitra Usai Video Joget di Dapur Tanpa APD Viral