Ia lalu mengajak semua orang mencermati suasana di media sosial. "Coba lihat saja, ada enggak dukungan untuk tindakan KPK ini? Nyaris nol. Komentar-komentar di berita pun isinya kecaman semua."
Boyamin menyebut keputusan ini sebagai rekor buruk. Sejak 2003, KPK dinilainya baru kali ini melakukan pengalihan semacam ini. Biasanya, pengalihan status hanya untuk alasan kesehatan yang parah.
"Nah, kalau yang satu ini kan sehat-sehat saja. Ditahan, lalu tiba-tiba dialihkan ke tahanan rumah. Ini jelas diskriminatif dan merusak sistem. Bisa-bisa nanti semua orang minta diperlakukan sama," paparnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan dengan tersangka lain dalam kasus yang sama. "Lihat saja Gus Alex, kasusnya sama, tapi tidak dapat perlakuan khusus seperti ini. Ini kan jadi pertanyaan besar."
"Cara-cara yang terkesan sembunyi-sembunyi dan tidak transparan itu justru bikin rakyat jengkel. Marah. Nah, kemarahan saya wujudkan dengan memberi mereka 'piagam' ini. Biar tahu, mereka sudah memecahkan rekor yang memalukan," imbuh Boyamin.
Artikel Terkait
Puncak Arus Balik, Sistem Satu Arah Nasional Diterapkan dari Kalikangkung hingga Cikatama
Arus Balik Lebaran 2026 Macet Parah di Pertigaan Kalijaga Cirebon
Tol Cipali Terapkan Sistem Buka-Tutup Rest Area Antisipasi Lonjakan Kendaraan
Arus Balik Lebaran Padat di Pantura Cirebon, Banyak Motor Membawa Muatan Berlebihan