Selasa kemarin, jalur Pantura di Cirebon benar-benar jadi magnet kemacetan. Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah memaksa ribuan kendaraan, mayoritas sepeda motor dari arah Jawa Tengah, merayap pelan menuju Jakarta. Antrean panjang langsung terbentuk di setiap persimpangan, tak terkecuali di kawasan lampu merah Pemuda.
Dari empat penjuru, kendaraan terus membanjir. Begitu lampu lalu lintas berganti, lautan motor dan mobil langsung menyerbu. Suasana khas mudik: panas, ramai, dan sesak. Meski begitu, arus secara umum masih bisa dibilang bergerak. Tidak benar-benar macet total. Itu berkat jajaran petugas dari Pospam Pantura Kawasan Pemuda yang siaga penuh, mengatur ritme lalu lintas dengan aba-aba dan peluit mereka.
Namun begitu, ada pemandangan yang bikin was-was. Banyak sekali pemudik motor yang membawa muatan berlebihan. Bukan cuma boncengan tiga orang dewasa, tapi ada yang sampai nekat membawa lima penumpang sekaligus dua dewasa plus tiga anak kecil.
Seperti yang diakui Ibnu, pemudik asal Brebes ini. Dia terpaksa membawa ketiga anaknya naik motor satu menuju Jakarta.
"Ya mau bagaimana lagi, kalau naik bus ongkosnya mahal sekali pas Lebaran. Jadi terpaksa begini biar hemat, yang penting pelan-pelan dan sampai tujuan," ujarnya.
Alasan klasik: menghemat biaya. Tentu saja, tindakan seperti ini punya risiko besar. Iptu Agus Budiarto dari Padal Pos Pam Pemuda tak henti-hentinya mengingatkan hal itu.
"Kami terus memberikan edukasi di lapangan agar pemudik tetap berhati-hati, terutama yang membawa anak kecil. Fokus kami adalah memastikan kelancaran arus dan keselamatan warga," tegas Agus.
Imbauannya jelas: jangan memaksakan kapasitas kendaraan. Keselamatan harus jadi prioritas utama.
Melihat situasi di lapangan, volume kendaraan diprediksi masih akan terus membengkak hingga Selasa malam nanti. Petugas juga mengingatkan para pemudik untuk jangan sungkan beristirahat. Manfaatkan posko-posko yang tersedia jika lelah sudah mulai menyerang. Karena kecelakaan seringkali datang bukan dari padatnya jalan, tapi dari keletihan pengemudi itu sendiri.
Artikel Terkait
Survei: Kepercayaan Publik ke Polri Capai 79,2 Persen, Apresiasi Mengalir ke Penegakan Hukum
GoPay Rilis Lima Fitur Digital untuk Bantu Pengelolaan Keuangan Bulanan Pengguna
Penertiban Parkir Liar di Depan Polres Metro Jakarta Timur Digencarkan, Petugas Gabungan Terjun Setiap Pagi
Polri Resmi Luncurkan Pengaduan Online Dugaan Pelanggaran Anggota, Cukup Scan QR Code