Malam Senin kemarin, suasana di sepanjang Jalan Raya Pantura Bekasi sudah mulai berubah. Bukan lagi lengang, tapi mulai ramai oleh riuh kendaraan para pemudik yang mulai berbondong-bondong pulang. Sejak petang tanggal 23 Maret 2026 itu, ribuan kendaraan dari arah Jawa Tengah dan Barat terlihat membanjiri ruas jalan menuju Jabodetabek, menandai gelombang awal arus balik Lebaran tahun ini.
Kalau kamu melintas di kawasan Teuku Umar, Cikarang Barat, pemandangannya jelas. Ratusan, mungkin ribuan, sepeda motor mendominasi jalanan. Mereka bergerak pelan namun pasti dari arah timur, semua menuju satu titik: Jakarta. Dominasi kendaraan roda dua ini memang jadi ciri khas mudik setiap tahunnya.
Lantas, kenapa mereka sudah berangkat sekarang? Alasannya klasik sih, tapi masuk akal. Dari obrolan dengan beberapa pemudik, banyak yang sengaja majukan tanggal pulang. Tujuannya cuma satu: menghindari macet total di puncak arus balik nanti. "Daripada terjebak di jalan berjam-jam, mending berangkat sekarang. Lagipula, jadi punya waktu buat istirahat dulu sebelum masuk kerja," kira-kira begitu alasan yang sering terdengar. Mereka ini umumnya baru saja meninggalkan kampung halaman di Jawa Tengah, Timur, atau kota-kota di Jawa Barat.
Nah, yang menarik, meski jumlah kendaraan sudah meningkat signifikan, kondisi lalu lintas hingga Senin malam tadi masih bisa dibilang lumayan. Ramai lancar, istilahnya. Tidak ada kemacetan parah atau hambatan yang berarti. Tapi ini baru permulaan.
Prediksi dari pihak berwenang, volume kendaraan ini bakal terus naik. Puncaknya diperkirakan bakal terjadi dua kali: pada tanggal 26 dan 29 Maret mendatang. Jadi, suasana malam Senin yang masih relatif lancar itu mungkin hanya jeda sebentar sebelum kemacetan skala besar benar-benar menyapa.
Artikel Terkait
THR Lebaran Anak: Momen Tepat Ajarkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Kapolda Sumsel Siapkan Skenario Lalu Lintas Fleksibel untuk Arus Balik 2026
Sultra Diguncang Lima Gempa Dangkal, BMKG: Belum Ada Laporan Kerusakan
IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone Hermes di Langit Teheran