Zohran Mamdani Menang Pilkada New York 2025: Wali Kota Muslim Pertama & Reaksi Trump

- Rabu, 05 November 2025 | 13:00 WIB
Zohran Mamdani Menang Pilkada New York 2025: Wali Kota Muslim Pertama & Reaksi Trump
Zohran Mamdani Menang Pilkada New York, Jadi Wali Kota Muslim Pertama | Berita Terkini

Zohran Mamdani Menang Pilkada New York, Jadi Wali Kota Muslim Pertama

New York (SI Online) – Zohran Mamdani resmi terpilih sebagai Wali Kota New York City setelah memenangkan pemilu yang digelar pada Selasa, 4 November 2025 waktu setempat. Kandidat dari Partai Demokrat ini berhasil mengungguli mantan Gubernur Andrew Cuomo dan kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa.

Tempat pemungutan suara di New York City telah ditutup dengan partisipasi pemilih mencapai tingkat tertinggi dalam beberapa dekade. Hampir 2 juta warga New York memberikan suara mereka.

Hasil Pemilu Wali Kota New York 2025

Berdasarkan hasil sementara penghitungan suara, Zohran Mamdani berhasil mengumpulkan 51,5 persen suara. Posisi kedua ditempati oleh Andrew Cuomo dengan perolehan 39,7 persen suara, sementara Curtis Sliwa hanya memperoleh 8 persen suara.

Dengan kemenangan ini, Mamdani akan tercatat dalam sejarah sebagai wali kota Muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.

Profil dan Perjalanan Karier Zohran Mamdani

Zohran Kwame Mamdani adalah seorang politikus berusia 34 tahun yang lahir di Kampala, Uganda, pada 18 Oktober 1991. Ia dibesarkan di New York City dan merupakan keturunan India. Mamdani merupakan putra dari akademisi ternama Mahmood Mamdani dan sineas internasional Mira Nair.

Pendidikan sarjananya ditempuh di Bowdoin College, Maine, dengan jurusan Studi Afrika. Selama kuliah, ia aktif membentuk kelompok Students for Justice in Palestine. Sebelum memasuki dunia politik, Mamdani berprofesi sebagai konselor pencegahan penggusuran, membantu masyarakat berpenghasilan rendah mempertahankan tempat tinggal mereka.

Visi dan Gaya Kampanye Zohran Mamdani

Selama kampanye, Mamdani yang berideologi sosialis fokus pada isu pengurangan biaya hidup bagi warga New York. Gaya kampanyenya yang santai dan dekat dengan masyarakat, serta keaktifannya di media sosial, berhasil membangun basis dukungan yang kuat.

Pada tahun 2021, Mamdani pernah melakukan aksi mogok makan selama 15 hari untuk mendukung penghapusan utang sopir taksi dan menolak pembangkit listrik yang mencemari udara di Astoria, Queens.

Pandangan Politik dan Reaksi Donald Trump

Sebagai seorang Muslim Syiah Itsna Asyariyah, Mamdani dikenal vokal menyuarakan identitas keagamaannya. Ia juga aktif menentang agresi militer Israel di Gaza, yang ia sebut sebagai bentuk genosida. Mamdani mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap produk-produk Israel.

Kemenangannya menuai reaksi keras dari mantan Presiden AS Donald Trump. Trump menyebut Mamdani sebagai "pembenci Yahudi" dan mengancam akan memotong dana federal untuk New York City jika Mamdani terpilih.

"Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang yang terbukti dan mengaku MEMBENCI YAHUDI, adalah orang bodoh," tulis Trump di media sosial. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa New York City akan menjadi "bencana ekonomi dan sosial total" di bawah kepemimpinan Mamdani.

Masa Depan New York di Bawah Kepemimpinan Mamdani

Grant Reeher, seorang profesor ilmu politik di Universitas Syracuse, memprediksi bahwa kemenangan Mamdani akan memicu perselisihan dengan Donald Trump. "Trump akan memperlakukan New York City dengan lebih agresif. Akan ada semacam pertarungan politik," ujarnya.

Mamdani telah menyatakan komitmennya untuk membela hak-hak warga New York, termasuk ancaman untuk mengambil tindakan hukum jika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkunjung ke kota tersebut. Kemenangannya menandai babak baru dalam politik New York City.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar