Otopsi pun dilakukan. Dengan bantuan para ahli dari fasilitas rahasia pemerintah Inggris di Porton Down, terungkaplah misteri itu. Di balik luka tusuk di paha Markov, ditemukan butiran logam mikroskopis. Butiran itu mengandung 0,2 miligram risin murni dosis yang cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa.
Uniknya, pembunuhan ini terungkap justru karena sebuah “kecelakaan” teknis. Butiran pembawa racun itu ternyata tidak larut sempurna di dalam tubuhnya. Jika saja larut, kematian Markov mungkin hanya akan tercatat sebagai penyakit misterius belaka.
Meski penyelidikan dilakukan secara intensif dengan melibatkan otoritas Inggris, Bulgaria, dan bahkan Interpol, pelaku di balik payung mematikan itu tak pernah tertangkap. Kasus Georgi Markov pun akhirnya membeku, menjadi salah satu kisah spionase paling terkenal sekaligus paling dingin dari era Perang Dingin.
(rdp/imk)
Artikel Terkait
Pelatih Soroti Masalah Konsistensi dan Mental Putri Usai Final Swiss Open
Menkominfo Pastikan Layanan Internet Stabil Selama Arus Balik Lebaran 2026
Korlantas Perpanjang Skema One Way Arus Balik Hingga Km 459 Tol Semarang-Solo
Kapolresta Bandung Turun Langsung Atasi Macet Parah di Wisata Pacira Saat Lebaran