"Setiap tindakan yang menargetkan aset energi Iran akan dihadapi dengan respons yang tegas, segera, dan efektif oleh angkatan bersenjata kami," tegas Baghaei. Ancaman itu disampaikan dengan nada datar, tapi maknanya jelas.
Lebih jauh, sang juru bicara membantah keras klaim bahwa ada negosiasi bahkan sekadar dialog dengan AS dalam 24 hari terakhir. Periode ini merujuk pada sejak pecahnya apa yang oleh Iran disebut sebagai "perang yang dipaksakan" kepada mereka.
Posisi Iran, tutur Baghaei, tetap kokoh dan tidak berubah. Hal ini menyangkut dua isu krusial: status Selat Hormuz yang strategis, dan syarat-syarat apa yang mereka ajukan untuk mengakhiri konflik ini. Pesannya sederhana: tidak ada ruang untuk tawar-menawar.
Artikel Terkait
Persib Andalkan Pengalaman Juara di Sembilan Laga Pamungkas BRI Liga 1
Kapolri Resmikan Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Nasional untuk Arus Balik Lebaran
Polisi Siagakan Rekayasa Lalu Lintas di Puncak Antisipasi Gelombang Wisatawan Akhir Pekan
Bale Santai Honda Ramai Dikunjungi Pemudik di Jalur Mudik Lebaran