Berbekal rekaman CCTV, polisi bergerak cepat. Mereka berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk dua anak di bawah umur, pada hari yang sama. Tidak main-main.
Kapibara jantan dengan bobot mencapai 65 kilogram itu langsung dievakuasi. Nasib membawanya ke Pusat Perawatan Satwa Liar (CRAS) di Universitas Estácio, di bagian barat daya Rio.
Jeferson Pires, dokter hewan sekaligus kepala CRAS, mengaku terpukul. Pengalamannya merawat satwa liar Rio selama 22 tahun sepertinya belum pernah diuji dengan kasus seperti ini.
"Saya belum pernah menerima kapibara yang mengalami agresi ekstrem seperti ini sebelumnya," katanya kepada AFP, Senin lalu.
Kondisi hewan pengerat besar itu perlahan membaik. Meski begitu, luka-lukanya cukup serius. Pires menjelaskan hewan itu menderita trauma kepala, pembengkakan disertai pendarahan internal di sekitar mata kiri, dan sejumlah luka di bagian punggungnya. Sungguh memilukan.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut ke Rumah Tahanan
Gelombang Pengunjung IKN Pasca-Lebaran Capai Puluhan Ribu, Otorita Imbau Bawa Tas Pakai Ulang
Lalu Lintas Cipali Tembus 36 Ribu Kendaraan, Lonjakan 167% di H+3 Lebaran
Iran Tegaskan Perang Berlanjut Hingga Tuntutan Kompensasi dan Jaminan Terpenuhi