Namun begitu, Tito tak menampik bahwa pekerjaan rumah masih banyak. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi secara keseluruhan memang masih berlangsung. Ada beberapa sektor yang butuh perhatian lebih dan tentu saja, waktu.
“Fasilitas pendidikan masih ada yang perlu kita atensi, masih belum,” ujarnya. “Ada juga sungai belum, ada beberapa jalan desa, jalan kabupaten yang cukup banyak jumlahnya juga belum. Itu it takes time.”
Pemerintah, jelasnya, tetap akan mendorong percepatan pemulihan. Infrastruktur dan layanan publik yang rusak akan dibenahi setahap demi setahap. Tujuannya satu: mengembalikan kondisi daerah terdampak ke keadaan normal sepenuhnya.
Di sisi lain, Tito berharap publik bisa melihat capaian ini secara utuh. Setiap progres punya konteksnya sendiri. Pencapaian dalam penempatan pengungsi adalah satu hal, sementara perbaikan infrastruktur yang lebih kompleks adalah hal lain yang masih terus dikerjakan.
Artikel Terkait
Mantan Menhan AS Kritik Kebijakan Iran Trump Sebabkan Krisis Energi Global
Polisi Terapkan Sistem Satu Arah di Puncak Bogor, Arus Kendaraan Turun 25%
Arus Balik Lebaran 2026 Mulai Padat, Polri Terapkan One Way di Tol Trans Jawa
KPK Alihkan Status Tahanan Gus Yaqut ke Rumah Tahanan