Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Serang Israel Balas Ultimatum Trump

- Selasa, 24 Maret 2026 | 00:15 WIB
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz dan Serang Israel Balas Ultimatum Trump

Menariknya, Zolfaghari memberi penjelasan tentang situasi Selat Hormuz saat ini. Menurutnya, selat itu belum sepenuhnya ditutup, tapi berada di bawah pengawasan intelijen yang sangat ketat.

"Selat Hormuz hanya ditutup bagi musuh dan bagi yang melakukan perjalanan yang tak menguntungkan, dan hingga kini belum sepenuhnya ditutup,"

ujarnya. Jadi, bagi kapal yang dianggap tidak berbahaya, jalurnya masih aman sesuai aturan internasional dan tentu saja, kepentingan nasional Iran.

Di sisi lain, semua ini tidak datang tiba-tiba. Teheran menyebut aksi ini sebagai respons atas serangkaian agresi yang dilakukan pihak Zionis sejak akhir Februari 2026. Pesannya jelas: Iran tidak ingin memulai perang, tapi mereka merasa punya hak penuh untuk membela diri. Apalagi, kata mereka, di hadapan apa yang disebut sebagai 'Presiden teroris Amerika.'

Suasana tegang ini, sayangnya, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kedua pihak seperti saling mengukur nyali, dengan risiko yang konsekuensinya bisa meluas ke seluruh Timur Tengah.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar