Namun begitu, tantangan nyata di lapangan adalah ketimpangan kualitas guru. Untuk mengatasi ini, pemerintah punya strategi lain: sistem pengajaran terpusat.
“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas,”
jelas Prabowo lagi.
Semua langkah ini, di mata Presiden, bukanlah pekerjaan kecil. Ini adalah bagian dari strategi besar menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi perkembangan teknologi global yang kian cepat. “Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital,” tegasnya. Pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas diyakini akan menjadi kunci peningkatan produktivitas dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Buka Dialog dengan Tokoh Iran, Ancam Lanjutkan Serangan Bom
Polri Prediksi Dua Gelombang Puncak Arus Balik Lebaran, One Way Nasional Diberlakukan
KPK Alihkan Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas dari Rumah ke Rutan
Mantan Menag Yaqut Jalani Tes Kesehatan Sebelum Masuk Rutan KPK